TUGAS V-CLASS TEKNIK KONSERVASI TANAH DAN AIR
Nama: Agil Imam Aryana
Kelas: 2TA05
NPM: 10318278
SOAL!
1. Jelaskan proses terjadinya
erosi !
2. Sebutkan tipe-tipe
erosi, Jelaskan
3. Bagaimana kah metode
pengendalian erosi !
PENYELESAIAN
1. Proses Terjadinya Erosi
1. Tahap Pengelupasan ( Detachment )
Proses awal erosi diawali dengan proses pengelupasan oleh
air hujan. Dimana percikan air hujan adalah media utama dalam pengelupasan
partikel dalam tanah. Prosesnya adalah ketika butiran air hujan mengenai
permukaan tanah maka partikel tanah akan terlepas dan terlempar ke udara.
Proses ini akan berlanjut ke proses pengangkutan oleh aliran air tanah.
2. Tahap Penangkutan ( Transportation )
Proses setelah terjadinya pengelupasan oleh air hujan yang
menghasilkan partikel tanah adalah proses pengangkutan. Dimana ketika partikel
tanah terlempar ke udara maka partikel tersebut akan kembali jatuh ke bumi
akibat gravitasi bumi. Pada lahan yang miring, partikel tanah tersebut akan
tersebar ke arah bawah searah dengan lereng dimana partikel tanah tersebut akan
menyumbat pori-pori tanah.
3. Tahap Pengendapan ( Sedimentation )
Proses sedimentasi berlangsung ketika energi aliran di
permukaan mulai menurun dan tidak mampu lagi untuk mengangkut partikel tanah
yang terlepas. Proses sedimentasi tersebut terjadi sementara yang berada di
lereng yang bergelombang seperti bagian lereng yang cekung dan dapat menampung
endapan partikel yang hanyut oleh aliran air.
2. Tipe-Tipe Erosi
a. Erosi percikan (splash erosion) adalah terlepas dan
terlemparnya partikel-partikel tanah dari massa tanah akibat pukulan butiran
air hujan secara langsungErosi lembaran
b.(sheet erosion), adalah erosi akibat terlepasnya tanah
dari lereng dengan tebal lapisan yang tipis.
c. Erosi aliran permukaan (overland flow erosion) akan
terjadi hanya dan jika intensitas dan/atau lamanya hujan melebihi kapasitas
infiltrasi atau kapasitas simpan air tanah
d. Erosi alur (rill erosion) adalah
pengelupasan yang diikuti dengan pengangkutan partikel-partikel tanah oleh
aliran air larian yang terkonsentrasi di dalam saluran-saluran air
e. Erosi parit/selokan (gully erosion) membentuk
jajaran parit yang lebih dalam dan lebar dan merupakan tingkat lanjutan dari
erosi alur
f. Erosi tebing sungai (stream bank erosion) adalah
erosi yang terjadi akibat pengikisan tebing oleh air yang mengalir dari bagian
atas tebing atau oleh terjangan arus sungai yang kuat terutama pada
tikungan-tikungan.
g.Erosi internal (internal or subsurface erosion) adalah
proses terangkutnya partikel-partikel tanah ke bawah masuk ke celah-celah atau
pori-pori akibat adanya aliran bawah permukaan.
h.Tanah longsor (land slide) merupakan bentuk erosi dimana
pengangkutan atau gerakan massa tanah yang terjadi pada suatu saat dalam volume
yang relatif besar.
3. Metode Pengendalian Erosi
METODE VEGETATIF
Metode ini mempergunakan tumbuhan atau tanaman dan
sisa-sisanya untuk mengurangi daya rusak hujan yang jatuh, jumlah dan daya
rusak aliran permukaan. Fungsi tumbuhan dalam metode ini untuk :
a) melindungi tanah dari
daya perusak butir-butir hujan,
b) melindungi tanah dari
aliran permukaan, dan
c) memperbaiki kapasitas
infiltrasi tanah dan penahanan air yang akan mempengaruhi besarnya aliran
permukaan. Termasuk dalam metode vegetatif ini diantaranya; budidaya tanaman
semusim (jagung, kacang tanah, dan lain-lain) secara musiman atau tanaman
permanen, penanaman dalam strip cropping, pergiliran tanaman, sistem
pertanian hutan (agro forestry), pemanfaatan sisa tanaman.
METODE MEKANIK
Metode mekanik adalah semua perlakuan fisik mekanis yang
diberikan terhadap tanah dan pembuatan bangunan untuk mengurangi aliran
permukaan dan erosi, serta meningkatkan kemampuan penggunaan tanah. Metode
mekanik dalam pengendalian erosi berfungsi:
a) memperlambat aliran
permukaan,
b) menampung dan
menyalurkan aliran permukaan dengan kekuatan yang tidak merusak,
c) memperbaiki atau
memperbesar infiltrasi air ke dalam tanah dan memperbaiki aerasi tanah, serta
d) menyediakan air bagi
tanaman. Termasuk dalam metode mekanik adalah pengolahan tanah (tillage),
pengolahan tanah menurut kontur (contour cultivation), guludan dan guludan
bersaluran menurut kontur, teras (teras bangku, teras berlereng), dam penghambat
(check dam, waduk, rorak, tanggul), dan perbaikan drainase.
METODE KIMIAWI
Metode kimia dalam pengendalian erosi menggunakan preparat
kimia sintetis atau alami. Metode ini sering dikenal dengan sebutan soil
conditioner, yang bertujuan memperbaiki struktur tanah. Beberapa contoh soil
conditioner yaitu; PVA (Polyvinyl alcohol), PAA (Poly acrylic acid), VAMA (Vinyl
acetate malcic acidcopolymer), DAEMA (Dimethyl amino ethyl metacrylate), dan
Emulsi Bitumen.
Sering pula dilakukan pengendalian erosi dengan
mengkombinasikan dari dua metode pengendalian erosi atau bahkan ketiga metode
tersebut di atas digunakan secara bersamaan dalam usaha mengendalikan erosi.
Komentar
Posting Komentar